TfziGpAlTpd5TfAoGUO0TpOpTi==

Hancurnya Fondasi Bangsa Diduga karena Iman, Pikiran, dan Tangan Panitia Pemilu yang Kurang Amanah

OPINI

Oleh: Zulfadli S Sos,i,MM

pengamat sosial dan pendiri LSM Bungong Lam Jaro

SuhateRakyat.Com | Kota Langsa (Aceh)  22/9/2026 — Keruntuhan yang kini mengancam keutuhan Negeri Indonesia tidak lahir secara tiba-tiba. Ia berakar dari hal paling mendasar: iman yang luntur, pikiran yang terarah pada keuntungan sesaat, serta tangan yang tidak lagi bersih saat memegang amanah publik.

 

Penyelenggara Pemilu, yang seharusnya menjadi benteng terakhir kejujuran demokrasi, justru disorot sebagai pihak yang mulai melenceng. Dugaan menguat bahwa alih-alih menjaga kemurnian proses, mereka lebih mengutamakan kepentingan pribadi yang dibalut dengan kepentingan kelompok.

 

Ketika iman tidak lagi menjadi benteng moral, maka kebenaran mudah diperjualbelikan. Ketika pikiran hanya dipenuhi hitungan keuntungan, maka keadilan menjadi barang langka. Dan ketika tangan yang memegang kekuasaan tidak jujur, maka rakyatlah yang menjadi korban.

 

"Hancurnya bangsa ini bermula bukan dari serangan musuh dari luar, melainkan dari dalam: iman yang lemah, pikiran yang terperangkap kepentingan, serta tangan yang mengambil hak orang lain. Hal ini terlihat nyata pada proses penyelenggaraan pemilu yang seharusnya suci, kini diduga telah diwarnai perjanjian tersembunyi demi kepentingan segelintir pihak," 

 

Publik mempertanyakan: jika panitia yang diberi kepercayaan menjaga jalannya demokrasi justru mengabdi pada kelompok tertentu, maka siapa lagi yang akan menjaga hak suara rakyat?

 

Kepentingan pribadi yang dibalut dengan nama kelompok atau golongan, pada akhirnya tetap merugikan kepentingan bangsa secara keseluruhan. Demokrasi bukan alat untuk mempertahankan kekuasaan atau memperkaya diri, melainkan sarana mewujudkan keadilan bagi seluruh rakyat.

 

Masyarakat menuntut perbaikan menyeluruh. Tanpa iman yang teguh, pikiran yang jernih, dan tangan yang bersih, bangsa ini akan semakin kehilangan arah. Pemilu yang jujur dan bersih adalah awal penyelamatan, bukan alat kehancuran.##

(£Red)

Komentar0

Type above and press Enter to search.