TfziGpAlTpd5TfAoGUO0TpOpTi==

Jeritan Hati Korban Banjir Kota Langsa Tahun Lalu Mengharapkan Bantuan Segera Turun


SuhateRakyat.com|Langsa 23 April 2026 -Bencana banjir hidrometeorologi dahsyat melanda Aceh pada akhir November 2025 tahun lalu. Ribuan warga mengungsi, puluhan jiwa meninggal dunia, serta ribuan rumah rusak akibat terendam banjir dan material longsor. Infrastruktur jembatan terputus, jaringan listrik dan jaringan internet hilang, dan ribuan sawah warga hilang, panen gagal.

Bencana banjir hidrometeorologi juga terjadi di kota Langsa yang menyebabkan puluhan Gampong (desa) dalam 5 kecamatan terdampak. Banjir tersebut menyebabkan warga mengalami kerugian sangat besar, rusaknya rumah, rusaknya fasilitas, bahkan mobil dan sepeda motor juga banyak yang rusak, dan kegiatan perkantoran pemerintah serta swasta, sekolah serta jalan lumpuh dalam wilayah Kota Langsa lumpuh.

Salah seorang Korban banjir, Arman 47 (thn) warga Kecamatan Langsa Baro, kepada media ini, Rabu, 22 April  2026 bercerita, "rendaman air banjir sangat tinggi di beberapa tempat waktu itu. Walau tidak begitu lama, namun dampak banjir tersebut menyisakan lumpur di bagian dalam Kantor Pemerintahan, kalangan pengusaha swasta, dan di jalan - jalan, juga rumah warga yang menurut perkiraan memerlukan waktu lama untuk membersihkannya. 
Butuh biaya sangat besar, ditambah biaya hidup sangat tinggi pada masa pasca banjir tersebut. Lebih parahnya lagi karena kita tidak bisa bekerja mencari nafkah, saya merasa kebingungan juga waktu itu" ceritanya.

"Warga merasa lega, pemerintah Kota Langsa hadir saat terjadi banjir membantu biaya hidup pada waktu itu dengan memberikan bantuan bahan pangan darurat, mendirikan dapur umum, dan memberikan bantuan uang dan beras kepada warga, dan kita pun waktu itu makan di dapur umum" ceritanya.


Lanjutnya lagi "warga merasa lebih lega lagi sebab pemerintah pusat berjanji akan memberikan bantuan dan perbaikan rumah yang rusak akibat banjir, memberikan bantuan jaminan hidup, bantuan ekonomi, serta bantuan gati rugi mebel rusak" ucapnya.

Sehubungan dengan ada salah seorang rekannya yang juga warga  kecamatan Langsa Baro, "akan tetapi setelah berjalan hampir 5 bulan pasca banjir ribuan warga Kota Langsa belum semuanya menikmati bantuan jaminan hidup, ekonomi, dan bantuan mebel rusak seperti yang di janjkan pemerintah pusat saat ini.

Akibatnya Pemerintah Kota Langsa di demo warga, bahkan warga mencurigai pemerintah Kota Langsa lamban, tidak responsif, kurang ada rasa empathy dengan para korban banjir, "padahal Pemko Langsa mengaku siang malam bekerja demi warga" sebutnya.

Pemerhati banjir hidrometeorologi Kota Langsa, Novradhil Andrio (Rio), yang juga pengiat media, atas perhatian dan perkembangan usaha  pemerintah Kota Langsa menyebutkan,  Pemerintah Kota Langsa, sejak banjir terjadi sampai saat terus ini terus berusaha membantu warganya sendiri.

Namun apalah daya keputusan bantuan - bantuan itu berada di pusat, dan berada di Lembaga-lembaga Negara seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian sosial Republik Indonesia, dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Pemerintah Kota Langsa hanya sebatas mengusulkan, walaupun begitu warga di harapkan mendukung pemerintah Kota Langsa, agar bantuan korban banjir yang telah di usul ke pemerintah pusat tidak di anulir, agar apa yang telah di usulkan dan di harapkan oleh para warga korban banjir bisa segera turun, walaupun bertahap-tahap namun bantuan pasti ada, kesabaran semua warga dan pemerintah Kota Langsa sangat diperlukan.

Pemerintah Kota Langsa tidak tinggal diam begitu saja untuk segera bantuan - bantuan sampai ditangan korban banjir seperti yang telah di janjikan oleh pemerintah pusat.

"Kita mendukung usaha dan upaya Pemerintah Kota Langsa demi warganya, walau disana sini ada reaksi negatif sebagian warga, seakan-akan Pemerintah Kota Langsa tidak berusaha dan mempercepat bantuan bagi korban banjir" ujarnya


"Kita juga mengetahui, Pemerintah Kota Langsa sudah bekerja sesuai dengan aturan yang ada, agar tidak terjadi masalah dikemudian hari dan menjadi korban melanggar aturan yang sudah di atur tentang mekanisme penyaluran bantuan" tambahnya

Kesabaran menghadapi bencana adalah tindakan proaktif yang menggabungkan ikhlas, istiqamah, dan ikhtiar untuk bangkit. Ini bukan sekadar diam, melainkan menerima ujian sebagai ketetapan Allah SWT, menjaga emosi, serta meyakini adanya hikmah. Sabar dan salat menjadi penolong utama untuk menenangkan jiwa dan mempermudah jalan keluar dari kesulitan, Amin.

Penulis : Mustafa

Komentar0

Type above and press Enter to search.