SuhateRakyat.com | Langsa 30 April 2026 - Koordinator aksi Demo Banjir Jilid II Haprizal Rozi, menyampaikan pernyataan tegas kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Langsa agar tidak mengambil posisi “pasang badan” dalam polemik penyaluran bantuan banjir yang tengah menjadi sorotan publik.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul berkembangnya polemik terkait distribusi bantuan bagi masyarakat terdampak banjir yang dinilai belum sepenuhnya transparan dan tepat sasaran.
Dalam keterangannya, Haprizal menegaskan bahwa aksi yang dilakukan merupakan bentuk kontrol sosial masyarakat dan bukan serangan personal terhadap pejabat tertentu.
“Kami mengingatkan Sekda agar tidak perlu pasang badan terhadap persoalan yang sedang dipertanyakan publik. Fokus utama kami adalah meminta kejelasan dan transparansi terkait bantuan banjir,” ujar Haprizal kepada media.
Ia menambahkan, demonstrasi jilid II akan tetap berjalan sesuai agenda sebagai bentuk lanjutan aspirasi masyarakat yang merasa belum mendapatkan keadilan dalam distribusi bantuan.
Selain itu, Haprizal dalam orasinya meminta pihak yang disebutnya sebagai "Pandek" salah seorang oknum pegawai P3K dilingkungan Pemko Langsa dan juga konten kreator medsos dengan akunnya "WL" untuk tidak menyebarkan informasi yang dinilai sebagai fitnah dan berpotensi memperkeruh situasi.
“Kami meminta Saudara Pandek berhenti menyebarkan fitnah kepada saya pribadi atau informasi kepada masyarakat yang tidak berdasar.
Jangan menggiring opini liar yang menyerang pribadi tanpa bukti,” tegasnya.
"Sewaktu menjadi tim pemenangan Bang Said Madum, kau habis-habisan menjelek-jelekan Langsa Juara, tapi sekarang "kau menjilat" Pemerintah yang dulunya kau perangi pada masa pilkada" ucap rozi dalam orasinya
Mencermati polemik yang terjadi terkait demo jilid II Pemerhati Sosial Politik Pak Mustapa disalah satu cafe di kota Langsa memberikan pernyataan
"Ruang publik harus diisi dengan diskusi berbasis data dan fakta, bukan tudingan tanpa dasar yang dapat memecah belah masyarakat." Ucapnya
Beliau juga menyatakan apa yang dilakukan saudara Pandek ini adalah bentuk fitnah dan penghianatan.
"Sesama Aktivis seharusnya mendukung rekan yang sedang berjuang, walau sudah berbeda haluan, jangan saling serang demi kepentingan pribadi" ujarnya .
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Sekda Kota Langsa maupun pihak yang disebut dalam pernyataan tersebut terkait tudingan dan himbauan yang dilontarkan koordinator aksi.
Polemik bantuan banjir di Kota Langsa sendiri masih terus menjadi perhatian masyarakat.
Sejumlah elemen sipil mendesak tindakan nyata pemerintah agar bantuan banjir ini dapat diterima masyarakat secepat mungkin guna menghindari kesalahpahaman dan konflik sosial berkepanjangan.
Redaksi


Komentar0