SuhateRakyat.Com | Kota Langsa 6/4/2026 Bencana banjir yang melanda Aceh 26 November 2025 yang lalu, meninggalkan polemik tersendiri bagi warga Kota Langsa.
Pasalnya pemerintah pusat menjanjikan bantuan Miliaran Rupiah untuk korban terdampak banjir Aceh. Tapi Kenyataannya sampai hari ini janji tersebut belum terealisasi dengan baik.
Berbagai macam kendala dialami baik saat pendataan mapun pencairan dana yang dinilai dipersulit dengan berbagai macam alasan.
Di hadapan jam'ah Shalat hari raya Idul Fitri Walikota Langsa Jefry Santana S Putra menyampaikan permohonan ma'af kepada seluruh masyarakat atas penanganan bantuan terdampak banjir yang dinilai belum maksimal.
Permohonan ma'af Walikota Langsa tersebut dinilai tidak di barengi oleh langkah-langkah untuk mempercepat pencairan dana bantuan korban terdampak bajir di Kota Langsa.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Suara Independen Jurnalis Indonesia (DPW SIJI) Aceh "Muhammad.Ali C,JB" mendesak Pemko Langsa agar secepatnya mencairkan dana bantuan pemerintah pusat untuk korban terdampak banjir di Kota Langsa.
Bila dana tersebut tidak segera dicairkan dengan barbagai macam alasan, maka saya khawatir kemarahan warga Kota Langsa akan memuncak dan bukan tidak mungkin mereka akan menggelar aksi unjuk rasa secara besar-besaran.
Untuk meredam hal tersebut, Tn Ali berharap Pemko Langsa dapat mencair dana Jadup (Jaminan Hidup) terlebih dulu, karna bantuan dari Dinas Sosial tersebut di nilai tak serumit pendataan yang dilakukan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana)
Ianya juga berharap adanya kerja sama yang baik antara Pemko Langsa (Dinas Sosial) dengan BNPB demi mempercepat dana bantuan yang telah lama di tunggu-tunggu masyarakat, ungkap Ketua Siji Aceh tersebut.##
(Team)




0 Komentar